News & Info
- Asal Usul (10)
- Berita Unik (110)
- Boys and Girls (23)
- Cooking (3)
- Health (67)
- Hukum dan Politik (1)
- IT (40)
- Indonesia Education (2)
- Islam (5)
- Movies (8)
- Sport (9)
- Tips dan Inspirasi (77)
- Travel (8)
Post of The Month
-
Jokowi bersyukur masuk nominator walikota terbaik dunia Jakarta (ANTARA News) - Calon gubernur DKI Jakarta yang juga Walikota Solo, Joko Wi...
-
Jembatan merupakan satu struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, rel kereta api ataupun jalan raya. Ia...
-
Ferdinal (30) tertangkap basah mencuri barang-barang elektronik. Ia dikejar massa. Demi menghindari keroyokan warga, ia nekat memanjat poh...
-
Makanan super atau superfood mungkin sudah sering Anda dengar. Namun hal itu tentu berbeda dengan buah super atau superfruit karena t...
-
SEEKOR buaya raksasa yang diberi nama Lolong membawa kebanggaan bagi kota di selatan Filipina. Sebab, berat buaya itu sukses memecahkan ...
Pop Up
Rabu, 15 Agustus 2012
Manurut hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, para peneliti menemukan hubungan antara mutasi kupu-kupu dan materi radioaktif dalam serangkaian percobaan laboratorium.
Dua bulan setelah kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi pada Maret 2011, tim peneliti Jepang mengumpulkan 144 kupu-kupu dewasa jenis Zizeeria maha dari 10 lokasi di Jepang, termasuk daerah Fukushima.
Dengan membandingkan mutasi pada kupu-kupu yang dikumpulkan dari lokasi yang berbeda, tim peneliti menemukan bahwa daerah dengan paparan radiasi paling tinggi menjadi tempat berkembangbiak kupu-kupu dengan sayap lebih kecil dan mata yang tidak tumbuh baik.
"Serangga dipercaya sangat tahan radiasi. Dalam hal ini hasil penelitian kami tak terduga," kata pemimpin peneliti Joji Otaki dari University of the Ryukyus, Okinawa, seperti dikutip laman BBC.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Otaki membiakkan kupu-kupu di laboratorium yang berjarak 1.750 kilometer dari lokasi peristiwa Fukushima di mana paparan radiasi buatan sulit dideteksi.
Dari pembiakan kupu-kupu itu, para peneliti mengetahui beberapa kelainan yang tidak ditemukan pada generasi kupu-kupu yang sebelumnya dikumpulkan dari Fukushima seperti kelainan bentuk antena yang digunakan serangga untuk mengeksplorasi lingkungan dan mencari pasangan.
Namun penemuan dari penelitian terbaru mereka menunjukkan bahwa radionuklida yang terlepas pada peristiwa Fukushima masih mempengaruhi perkembangan binatang, bahkan setelah residu radiasi di lingkungan tak ada lagi.
Penemuan tim peneliti Jepang ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukan bahwa burung dan kupu-kupu merupakan alat penting untuk menyelidiki dampak jangka panjang dari kontaminasi radioaktif di lingkungan.
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
Information
Arsip Blog
-
▼
2012
(296)
-
▼
Agustus
(23)
- Sejarah Magnum Ice Cream
- 7 Hal yang Sering Diucapkan Pembohong
- Sering Mendengar Keluhan Bikin Otak Bodoh
- Microsoft Meluncurkan Logo Baru
- Kumpulan Ucapan Selamat lebaran/idul Fitri 2012 M/...
- Periksa 12 Komponen Penting Sebelum Mudik
- Makanan yang sebaiknya dihindari sebelum tidur
- Makanan yang Dianjurkan Menjelang Tidur
- Sang Saka, Ternyata Dari Kain Tenda Warung Soto
- Trik Mengisi Malam Takbiran Yang Asik
- Mobil mewah dengan nama mengandung unsur indonesia
- Tips Memilih Daging yang Aman Di Hari Lebaran Ini
- Aneka Ragam Ketupat di Indonesia
- Ini Dia Fungsi Kecoa Yang Kita Anggap Ga Berguna S...
- 5 Karakteristik CEO Idaman
- Kesalahan Pria Yang Pantas Dimaafkan
- Top 10 Daftar Orang Paling Pintar di Dunia yang Ma...
- Berbagai Macam Sate Khas Indonesia
- SEJARAH PES (Pro Evolution Soccer) / Winning Eleve...
- 10 Fungsi Rahasia Google, Yang Belum di Ketahui Ba...
- Ternyata Inilah Ujung dari Tembok Besar China
- Kupu-Kupu di Fukushima Bermutasi
- Menyikapi KRITIK, Komentar dan Respon Negatif
-
▼
Agustus
(23)
0 komentar:
Posting Komentar